Wednesday, February 18, 2015

Aksara Jawa

Asal Usul Aksara Jawa


Prabu Ajisaka itu mempunyai 2 pelayan yang sangat setia, namanya Dora dan Sembada. Suatu hari, Prabu Ajisaka pergi dan mengajak Sembada. Sedangkan Dora diperintah Prabu Ajisaka untuk menjaga kerisnya di rumah.
Sebelum pergi, Prabu Ajisaka memerintahkan Sembada dan Dora supaya tidak boleh memberikan kerisnya itu kepada siapapun kecuali dirinya.
Setelah kira-kira 5 tahun bepergian, Prabu Ajisaka mengutus Sembada untuk mengambil kerisnya di rumah. Setelah sampai  di rumah Prabu Ajisaka, Sembada pun meminta keris tuannya itu kepada Dora. Tetapi mereka berdua malah bertarung untuk memperebutkan keris itu karena Dora ingat bahwa dia tidak boleh menyerahkan keris tersebut kepada orang selain Prabu Ajisaka.
Di akhir pertarungan, mereka berdua mati karena sama-sama kuat. Prabu Ajisaka yang menunggu Sembada, mulai tidak sabar dan memutuskan untuk menyusulnya. Sesampainya di rumah, ia sangat kaget melihat kedua pelayan setianya meninggal.
Ia pun teringat akan perintahnya kepada kedua pelayan setianya. Di situlah Prabu Ajisaka menemukan dan membaca surat dari dua pelayannya. Yaitu :
HA NA CA RA KA
DA TA SA WA LA
PA DHA JA YA NYA
MA GA BA THA NGA





Yang setiap baitnya memiliki arti  :
Ha na ca ra ka (berarti: Ada “Utusan” maksudnya utusan hidup)
Da ta sa wa la (berarti: Saatnya Dipanggil)

Pa dha ja ya nya (berarti: Sama Saktinya/Kuatnya, sehingga sama sama mati

No comments:

Post a Comment