Sunday, March 22, 2015

Masakan-Masakan Khas Indonesia

Masakan-Masakan Khas Indonesia

Indonesia sebagai negara dengan berbagai suku bangsa memiliki banyak sekali tradisi, bahasa, peninggalan sampai kuliner. Di sini kami akan berbagi info tentang berbagai masakan/kuliner khas Indonesia, tak lupa juga kami sertakan cara membuatnya.

1. RENDANG


Rendang, masakan khas daerah Minangkabau, Sumatra Barat inipastisudahakrabterdengar di telinga orang Indonesia.Makanan ini berbahan dasar daging sapi yang dimasak dengan santan. Jika ingin membuat rendang yang sedap, rendang harus dimasak dalam waktu yang lama, kira-kira 4 jam.Membuat rendang memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.


Cara Membuat:

1. Bumbu masak yang digunakan adalah cabai, lengkuas, bawang putih, bawang merah, serai, dan berbagai macam jenis bumbu lainnya. Jangan lupa daging, daging rendang tidak harus daging sapi. Bisa diganti dengan daging ayam, ikan, kambing, dan lain sebagainya.

2. Kemudian, potongan daging dimasak dengan bumbu dan diaduk secara perlahan menggunakan api yang pas. 


3. Aduk agar santan dan bumbu meresap kedalamdaging.


4. Setelah medidih, kecilkan api, namun terus diaduk. Biasanya mulai muncul minyak dan kandungan air santan berkurang. Dalam proses ini harus sabar, harus terus mengaduk dan membolak-balik daging dan tidak boleh hancur.


5. Setelah daging mulai kehitaman dan kandungan air tinggal sedikit, rendang siap disajikan.



Sejarah Rendang

Dulu, masyarakat Minang banyak yang merantau dengan melewati sungai. Dalam perantauan ini, biasanya mereka jarang menemukan perkampungan dan tempat singgah. Padahal merantau bisa memakan waktu lebih dari sebulan. Oleh karena itu, sebelum pergi, mereka mempersiapkan bekal berupa makanan yang tahan lama. Dibuatlah rendang yang dalam suhu ruangan tahan 2-3 minggu, disimpan di lemari es 1 bulan, dan jika dibekukan tahan 6 bulan.Dengan begitu, masyarakat Minang yang merantau tidak perlu lagi singgah di perkampungan untuk mencari makan.


Filosofi Rendang

Rendang merupakan makanan yang memiliki strata tinggi dalam suku Minang. Makanan ini banyak disajikan dalam upacara adat, penyambutan tamu, atau kenduri. Rendang ini sendiri juga memiliki arti filosofis yang cukup mendalam. Rendang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, sebagai berikut:
1. Daging, bahan baku utama, melambangkan para pemimpin suku
2. Kelapa/santan melambangkan para kaum intelektual di suku Minang
3. Cabai atau lado melambangkan para ulama yang biasanya “pedas” dan tegas dalam menyebarkan syariat
4. Bumbu-bumbu masak yang begitu banyak, melambangkan keutuhan masyarakat Minang

Urutan kekentalan rendang dari yang terencer hingga terkental adalah gulai-kalio-rendang. Jadi, rendang yang sesungguhnya adalahdaging yang benar-benar sudah kering dan hitam. Rendang sudah sangat terkenal, bahkan sampai keseluruh dunia.Pada tahun2011, CNN menobatkan rending sebagai makanan terlezat di seluruh dunia.Warga Indonesia patut berbangga dengan makanan khas yang satu ini.



2. NASI LIWET


Tentang Nasi Liwet

Nasi liwet adalah makanan tradisional khas Indonesia, khususnya kota surakarta/solo. Nasi ini sangat dikenal dengan rasanya yang gurih. Para penduduk solo biasanya memakan nasi liwet pada pagi hari sebagai sarapan yang bergizi. Nasi liwet biasanya dijual pada pagi sampai sekitar jam 11 pagi. Nasi liwet sering dijumpai di pinggir jalan dan ada juga yang berjualan berkeliling.

Nasi ini sering disajikan dengan ayam suwir, sayur jipang, telur ayam pindang, dan putih telur areh. Nasi liwet sendiri harus dimasak dengan santan dan daun salam. Dalam penyajiannya, nasi liwet disajikan di atas piring yang dialasi dengan daun pisang.

Cara Membuat Nasi Liwet


Nah, bagi yang mau mencoba membuat nasi liwet sendiri, caranya gampang banget. Gini nih..

1    1. Cara membuat nasi liwetnya sendiri adalah dengan merebus nasi putih, santan, dan daun salam        hingga nasinya matang. Setelah matang, keluarkan dan aduk aduk sampai pulen.

2    2. Kalau ayam suwirnya, pertama ayam diungkep hingga matang. Setelah matang, ayam di suwir-suwir dan didihkan lagi.

3    3. Telur ayam pindangnya, dengan merebus telur ayam dengan bumbu bumbu yang sudah disiapkan. Ketuk-ketuk hingga telurnya retak. Rebus lagi sampai kecoklatan.

   4. Cara memasak putih telur areh, dengan menyiapkan putih telur, santan, dan garam. Aduk semua bahan dan tuang di pinggan tahan panas. Kukus hingga matang, angkat dan potong kecil-kecil.

5    5. Selanjutnya, sajikan nasi, ayam, telur pindang, dan telur areh di atas piring. Sajikanlah dalam kondisi hangat karena lebih hangat lebih nikmat!

3. BAKSO



Bakso adalah sejenis bola daging yang sangat popular di Indonesia. Biasanya bakso terbuat dari daging giling, tepung tapioca, dan ada juga yang mengganti daging sapi dengan daging udang, ikan, dan ayam.
Bakso disajikan dengan kuah panas, mie, bihun, sawi, tahu, pangsit, bawang goreng, dan berbagai macam bahan tambahan lainnya. Bakso sangat populer karena rasanya yang bisa menghangatkan badan di saat hawa dingin atau saat flu. Selain itu bakso juga sangat populer karena bentuknya yang beragam, seperti kotak, gepeng, bahkan berbentuk cinta.

Asal mula Bakso

Secara bahasa, bak-so dalam bahasa Hokkien berarti daging giling. Kalau sejarahnya, bermula dari seorang pemuda bernama Meng Bo dan neneknya. Mereka hidup pada zaman abad ke-17 Dinasti Ming, di sebuah desa di Fuzhou. Nenek Meng Bo sangat suka makan daging. Namun seiring bertambah usia, nenek Meng Bo tidak bisa lagi mengkonsumsi daging karena giginya tidak kuat. Hal ini membuat sang nenek sedih. Meng Bo memang anak yang baik hati dan berbakti sehingga ia mengambil inisiatif mencari ide untuk neneknya. Suatu hari ia mendapat ide untuk menumbuk daging sampai halus seperti kue moci. Neneknya pun sangat senang karena bisa makan daging lagi. Terlebih bakso buatan Meng Bo sangat enak rasanya.

Jenis Bakso

Bakso udang : bakso yang terbuat dari udang

Bakso ikan : bakso yang terbuat dari daging ikan

Bakso urat : bakso yang terbuat daari urat sapi

Tahu bakso : bakso berbentuk persegi panjang yang ditutupi dengan tahu goreng

Bakso telur : bakso yang di dalamnya terdapat telur ayam atau telur puyuh. Biasanya bakso ini berbentuk besar.

Bakso malang : bakso yang disajikan dengan mie, pangsit, tahu, dan sangat terkenal di Kota Malang.

Selain di atas, masih ada banyak sekali jenis bakso di Indonesia.

Cara Membuat Bakso

Berikut ini cara membuat bakso secara mudah:

1. Siapkan bahan-bahannya seperti: Daging (bebas lemak),bawang, garam, merica dan bumbu masak

2. Giling daging di mesin giling dan masukkan bumbu-bumbu yang sudah disiapkan

3. Aduk  hingga merata

4. Daging yang sudah digiling dengan bumbu dikeluarkan dari mesin, kemudian dibentuk bulat-bulat atau bentuk lainnya

5. Masukkan di air mendidih sekitar 5 menit

6. Sajikan dengan hangat agar lebih nikmat.

*nb: Jika mau disimpan, simpanlah di freezer agar bakso tidak cepat busuk.

Bagi yang mau menjajal berbagai macam bakso, mudah saja mencarinya. Karena bakso dijual mulai dari kaki lima hingga restoran bintang lima. Namun kita juga wajib berwaspada, karena belakangan ini sedang marak bakso yang dibuat dari daging celeng. Saking populernya, banyak orang yang memanfaatkan kepopuleran sang bakso untuk meraup keuntungan.




Sunday, February 22, 2015

Tugu Muda

Tugu Muda dan Pertempuran 5 Hari


Tugu ini merupakan salah satu ikon kota Semarang, yang terletak di tengah jalan-jalan besar di kota Semarang seperti jalan Pandanaran, Pemuda, dsb. Tugu ini sepenuhnya terbuat dari batu, dimana disekelilingnya terdapat kolam dan taman yang berfungsi untuk menambah keindahan tugu tersebut.
Tugu Muda dibangun untuk mengenang salah satu peristiwa besar di Semarang, yaitu, pertempuran 5 hari, untuk tujuan yang sama, salah satu rumah sakit di Semarang dibangun dengan nama RSUD Dr. Kariadi. Bangunan setinggi 53 meter ini, mulai dibangun pada tanggal 10 November 1951 dan selesai pada tanggal 20 Mei 1953.

Tugu ini juga terletak di tengah-tengah ikon kota Semarang lainnya seperti Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, dan lain-lain.

Pertempuran 5 hari sendiri terjadi pada tanggal 15-20 Oktober 1945 antara rakyat Semarang dengan tentara Jepang. Berikut ini  cerita lengkapnya:

“Tentara Jepang mulai masuk ke jawa pada 1 Maret 1942 hingga akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang tanggal 8 Maret 1942. Namun akibat peristiwa Hiroshima & Nagasaki 3 tahun kemudian Jepang menyerah kepada sekutu. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Pertempuran 5 hari berawal dari kemarahan para pemuda
Indonesia karena banyak tawanan Jepang yang kabur.

Setelah kaburnya tawanan Jepang, para pemuda indonesia mencegat dan memeriksa kendaraan-kendaraan Jepang yang lewat di depan RS Purusara, mereka dilucuti dan dijebloskan ke penjara di Bulu. Pada petang itu juga, Jepang menyerang sumber air minum warga di Candilama.  Beruntung, kabar tersebut tersebar dengan cepat.  Dr. Kariadi sebagai kepala rumah sakit prurusara mengambil inisiatif dengan memeriksa kebenaran kabar tersebut. Setelah itu, Dr. Kariadi diminta untuk memeriksa penampungan air di Siranda. Mesikpun bahaya dari serangan Jepang mengancam, beliau tetap memutuskan untuk pergi ke sana. Sayangnya dalam perjalanan ia dicegat oleh tentara Jepang. Ia dan pengemudi kendaraannya ditembaki dengan kejam. Ia sempat diantar ke rumah sakit namun nyawanya tak terselamatkan. Untuk mengenang jasa Dr. Kariadi, RS Purusara diganti namanya menjadi RSUD Dr. Kariadi.


Pertempuran 5 hari sendiri terjadi tanggal 15-20 Oktober 1945 dibanyak tempat di Semarang. Pertempuran ini menelan banyak sekali korban baik dari pihak Semarang maupun Jepang. Karena itu, dibuatlah tugu untuk mengenang peristiwa tersebut yang diberi nama Tugu Muda.

Wednesday, February 18, 2015

Aksara Jawa

Asal Usul Aksara Jawa


Prabu Ajisaka itu mempunyai 2 pelayan yang sangat setia, namanya Dora dan Sembada. Suatu hari, Prabu Ajisaka pergi dan mengajak Sembada. Sedangkan Dora diperintah Prabu Ajisaka untuk menjaga kerisnya di rumah.
Sebelum pergi, Prabu Ajisaka memerintahkan Sembada dan Dora supaya tidak boleh memberikan kerisnya itu kepada siapapun kecuali dirinya.
Setelah kira-kira 5 tahun bepergian, Prabu Ajisaka mengutus Sembada untuk mengambil kerisnya di rumah. Setelah sampai  di rumah Prabu Ajisaka, Sembada pun meminta keris tuannya itu kepada Dora. Tetapi mereka berdua malah bertarung untuk memperebutkan keris itu karena Dora ingat bahwa dia tidak boleh menyerahkan keris tersebut kepada orang selain Prabu Ajisaka.
Di akhir pertarungan, mereka berdua mati karena sama-sama kuat. Prabu Ajisaka yang menunggu Sembada, mulai tidak sabar dan memutuskan untuk menyusulnya. Sesampainya di rumah, ia sangat kaget melihat kedua pelayan setianya meninggal.
Ia pun teringat akan perintahnya kepada kedua pelayan setianya. Di situlah Prabu Ajisaka menemukan dan membaca surat dari dua pelayannya. Yaitu :
HA NA CA RA KA
DA TA SA WA LA
PA DHA JA YA NYA
MA GA BA THA NGA





Yang setiap baitnya memiliki arti  :
Ha na ca ra ka (berarti: Ada “Utusan” maksudnya utusan hidup)
Da ta sa wa la (berarti: Saatnya Dipanggil)

Pa dha ja ya nya (berarti: Sama Saktinya/Kuatnya, sehingga sama sama mati